Rabu, 03 September 2014

Perbandingan Antara IFRS dengan PSAK

Nama Kelompok  8 (Jepang):

1. Dwi Fatmasari

2. Khaerunnisa

3. Purba Claudia

4. Ria Setiani

5. Wulandari

Kelas : 4eb04

TUGAS 4

PERBANDINGAN ANTARA IFRS DENGAN PSAK

Semakin  derasnya  arus  globalisasi  yang  menghilangkan  batas  batas  geografis  dalam kegiatan  perekonomian  telah  menuntut  adanya  sistem  akuntansi  dan  pelaporan  keuangan  yang seragam dan dapat diterima di berbagai negara. Untuk itu, dibentuklah suatu standar yang bernama IFRS  (International  Financial  reporting  standar)  sebagai  suatu  pakem  umum  dalam  usaha harmonisasi  standar  akuntansi  keuangan.  Dengan  adanya  suatu  standar  yang  diterima  secara internasional, diharapkan keterbandingan laporan keuangan antar negara menjadi lebih tinggi.

Indonesia,  sebagai  suatu  negara  berkembang  pun  tidak  ketinggalan  dalam  mengadopsi IFRS. Adopsi PSAK ke IFRS pun semakin menggaung ketika IAI mencanangkan konvergensi penuh IFRS  ke  PSAK  pada  tahun  2012.  Diharapkan,  dengan  adanya  konvergensi  ini  dapat  memudahan pemahaman terhadap laporan keuangan yang dikenal secara internasional serta dapat meningkatkan arus investasi

Proses konvergensi IFRS di Indonesia terbagi atas tiga tahap, yaitu:

1.  Tahap adopsi (Tahun 2008-2010)

2.  Tahap persiapan (Tahun 2011)

3.  Tahap implementasi (2012)

Dalam tahap konvergensi ini terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti perlunya penyesuaian standar internasional terhadap aspek hukum di Indonesia, penyesuaian terhadap aturan perpajakan, kesiapan  sumber  daya  manusia  yang  belum  matang,  serta  masalah  keberadaan  lembaga standar akuntansi Indonesia yang belum independen.


Perbedaan IFRS dengan PSAK 16

Aktiva Tetap (IAS 16: PSAK 16 REV 2007)

No

Perbedaan

IFRS

PSAK

Efek Konvergensi

1

Penilaian Aktiva

Penerapan prinsip nilai wajar dalam penilaian Asset. Aktiva dapat diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu model revaluasi dan model harga perolehan

Sama dengan IFRS.

Penggunaan jasa independent akan berkembang untuk asset yang tidak dapat diukur nilai pasarnya

2

Selisih akibat revaluasi

Nilai selisih akibat adanya revaluasi disajikan dalam laporan laba rugi dan ekuitas

Sama dengan IFRS

Harus dilakukan penyesuaian terhadap aturan perpajakan terkait pengenaan pajak (PMK 79/2008), seperti terhadap selisih lebih revaluasi dan perolehan ijin untuk melakukan revaluasi.

3

Metode penyusutan

Metode penyusutan yang digunakan harus ditelaah secara periodik. Koreksi akibat penelaahan ini akan diperlakukan sesuai dengan IAS 8. Dimungkinkan juga perubahan terhadap metode penyusutan jia dalam hasil review terdapat perubahan signifikan dengan pola pemanfaatan ekonomi yang diharapkan dari aktiva tersebut.

Sama dengan IFRS, dengan penyesuaian sesuai dengan PSAK 25

Perlunya penyesuaian terhadap peraturan permohonan ijin terhadap Ditjen Pajak untuk melakukan perubahan metode penyusutan.

4.

Nilai residu

Manajemen harus melakukan review atas nilai residu dan masa manfaat aktiva setiap tahun. Jika terdapat perubahan, maka disesuaikan dengan menggunakan IAS 8

Sama dengan IFRS, dengan penyesuaian sesuai dengan PSAK 25

 
Kesimpulan :

Penetapan IFRS sebagai standar internasional dalam pelaporan keuangan bertujuan untuk memudahkan penulisan dan pelaporan keuangan bagi para investor. Dengan adanya standar yang berlaku secara global mengakibatkan perusahaan tidak perlu mengganti standar pelaporan perusahaan agar dapat dimengerti oleh investor yang mungkin berasal dari berbagai negara. Dengan satu standar internasional juga dapat mengurangi biaya yang timbul dari konvergensi atau penyesuaian laporan keuangan yang dibuat.

Di indonesia standar yang digunakan perusahaan atau organisasi bisnis untuk membuat laporan keuangan adalah PSAK. Sekarang ini dengan adanya perkembangan IFRS sebagai standar baru mengakibatkan diadopsinya standar IFRS kedalam standar PSAK. Adopsi IFRS ke dalam PSAK tidak dilakukan secara langsung tetapi secara bertahap yang memunculkan beberapa perbedaan antara IFRS dan PSAK. Adanya perbedaaan tersebut bukan berarti IFRS tidak berlaku di Indonesia ataupun sebaliknya. Akan tetapi, standar yang tetap berlaku di Indonesia adalah PSAK sehingga pelaporan keuangan tetap arus mengikuti standar PSAK ini.

Daftar Pustaka

Purba, Marisi P, IFRS Konvergensi dan Kendala Aplikasinya di Indonesia, Graha Ilmu, Yogyakarta,2010

Deloitte Publication, IFRS and Indonesian GAAP A Comparison (Jan 2007)

Delioite Publication, IFRS Model Financial Statement, 2010

KPMG Publication, IFRS compared to Indonesian GAAP

http://staff.blog.ui.ac.id/martani/

http://staff.blog.ui.ac.id/martani/

https://rogonyowosukmo.wordpress.com

http://wonkcrb.blogspot.com/2011/03/sedikit-tentangproseskonvergensi-psak.html

Elraihany.wordpress.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar