Kamis, 11 Oktober 2012

Sepuluh Faktor yang Dapat Mempengaruhi Pemanfaatan Kotoran Ternak Sapi Menjadi Biogas


Contoh Tulisan Ilmiah Populer
Dalam pembahasan tulisan ilmiah popular ini saya ingin membahas tentang sepuluh faktor yang dapat mempengaruhi pemanfaatan kotoran ternak sapi menjadi biogas yaitu:
     1. Ketersediaan ternak
Jenis jumlah dan sebaran ternak di suatu daerah dapat menjadi potensi bagi pengembangan biogas. Hal ini karena biogas dijalankan dengan memanfaatkan kotoran ternak. Kotoran ternak yang dapat diproses menjadi biogas berasal dari ternak ruminansia dan non ruminansia seperti sapi potong, sapi perah serta unggas. Jenis ternak mempengaruhi jumlah kotoran yang dihasilkannya. Untuk menjalankan biogas skala individual atau rumah tangga diperlukan kotoran ternak dari 3 ekor sapi, atau 7 ekor babi, atau 400 ekor ayam.
     2. Kepemilikan Ternak
Jumlah ternak yang dimiliki oleh peternak menjadi dasar pemilihan jenis dan kapasitas biogas yang dapat digunakan. Saat ini biogas kapasitas rumah tangga terkecil dapat dijalankan dengan kotoran ternak yang berasal dari 3 ekor sapi atau 7 ekor babi atau 400 ekor ayam. Bila ternak yang dimiliki lebih dari jumlah tersebut, maka dapat dipilihkan biogas dengan kapasitas yang lebih besar (berbahan fiber atau semen) atau beberapa biogas skala rumah tangga.
     3. Pola Pemeliharaan Ternak
Ketersediaan kotoran ternak perlu dijaga agar biogas dapat berfungsi maksimal. Kotoran ternak lebih mudah didapatkan bila ternak dipelihara dengan cara dikandangkan dibandingkan dengan cara digembalakan.
     4. Ketersediaan Lahan
Untuk membangun biogas diperlukan lahan disekitar kandang yang luasannya bergantung pada jenis dan kapasitas biogas. Lahan yang dibutuhkan untuk membangun biogas skala terkecil (skala rumah tangga) adalah 14 m2 (7m x 2m). Sedangkan skala komunal terkecil membutuhkan lahan sebesar 40m2 (8m x 5m).
     5. Tenaga Kerja
Untuk mengoperasikan biogas diperlukan tenaga kerja yang berasal dari peternak/pengelola itu sendiri. Hal ini penting mengingat biogas dapat berfungsi optimal bila pengisian kotoran ke dalam reaktor dilakukan dengan baik serta dilakukan perawatan peralatannya. Banyak kasus mengenai tidak beroperasinya atau tidak optimalnya biogas disebabkan karena: pertama, tidak adanya tenaga kerja yang menangani unit tersebut; kedua, peternak/pengelola tidak memiliki waktu untuk melakukan pengisian kotoran karena memiliki pekerjaan lain selain memelihara ternak.
     6. Manajemen Limbah/Kotoran
            Manajemen limbah/kotoran terkait dengan penentuan komposisi padat cair kotoran ternak yang sesuai untuk menghasilkan biogas, jumlah pemasukan kotoran, dan pengangkutan atau pengaliran kotoran ternak ke dalam raktor. Bahan baku reaktor biogas adalah kotoran ternak yang komposisi padat cairnya sesuai yaitu 1 berbanding 2. Pada peternakan sapi perah komposisi padat cair kotoran ternak biasanya telah sesuai, namun pada peternakan sapi potong perlu penambahan air agar komposisinya menjadi sesuai. Jumlah pemasukan kotoran dilakukan secara berkala setiap hari atau setiap 2 hari sekali tergantung dari jumlah kotoran yang tersedia dan sarana penunjang yang dimiliki. Pemasukan kotoran ini dapat dilakukan secara manual dengan cara diangkut atau melalui saluran.
7. Kebutuhan Energi
Pengelolaan kotoran ternak melalui proses reaktor an-aerobik akan menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai energi. Dengan demikian, kebutuhan peternak akan energi dari sumber biogas harus menjadi salah satu faktor yang utama. Hal ini mengingat, bila energi lain berupa listrik, minyak tanah atau kayu bakar mudah, murah dan tersedia dengan cukup di lingkungan peternak, maka energi yang bersumber dari biogas tidak menarik untuk dimanfaatkan. Bila energi dari sumber lain tersedia, peternak dapat diarahkan untuk mengolah kotoran ternaknya menjadi kompos atau kompos cacing (kascing).
     8. Jarak (kandang-reaktor biogas-rumah)
Energi yang dihasilkan dari biogas dapat dimanfaatkan untuk memasak, menyalakan petromak, menjalankan generator listrik, mesin penghangat telur/ungas dll. Selain itu air panas yang dihasilkan dapat digunakan untuk proses sanitasi sapi perah. Pemanfaatan energi ini dapat maksimal bila jarak antara kandang ternak, reaktor biogas dan rumah peternak tidak telampau jauh dan masih memungkinkan dijangkau instalasi penyaluran biogas. Karena secara umum pemanfaatan energi biogas dilakukan di rumah peternak baik untuk memasak dan keperluan lainnya.
     9. Pengelolaan Hasil Samping Biogas
Pengelolaan hasil samping biogas ditujukan untuk memanfaatkannya menjadi pupuk cair atau pupuk padat (kompos). Pengeolahannya tergolong sederhana yaitu untuk pupuk cair dilakukan fermentasi dengan penambahan bioaktivator agar unsur haranya dapat lebih baik, sedangkan untuk membuat pupuk kompos hasil samping biogas perlu dikurangi kandungan airnya dengan cara diendapkan, disaring atau dijemur. Pupuk yang dihasilkan tersebut dapat digunakan sendiri atau dijual kepada kelompok tani setempat dan menjadi sumber tambahan pandapatan bagi peternak.
\   10. Sarana Pendukung
Sarana pendukung dalam pemanfaatan biogas terdiri dari saluran air dan peralatan kerja. Sarana ini dapat mempermudah pengelolaan dan perawatan instalasi biogas. Saluran air dapat digunakan untuk mengalirkan kotoran ternak dari kandang ke reaktor biogas sehingga kotoran tidak perlu diangkut secara manual. Air digunakan untuk membersihkan kandang ternak dan juga digunakan untuk membuat komposisi padat cair kotoran ternak yang sesuai. Sedangkan peralatan kerja digunakan untuk mempermudah/meringankan pekerjaan /perawatan instalasi biogas.
(Kesimpulan) Indonesia sangat baik dalam pengembangan biogas, pada umumnya peternak sapi di Indonesia mempunyai rata- rata 2 – 5 ekor sapi dengan lokasi yang tersebar tidak berkelompok. Sehingga penanganan limbahnya baik itu limbah padat, cair maupun gas seperti kotoran maupun sisa pakan dibuang ke lingkungan sehingga menyebabkan pencemaran. Pengolahan limbah secara sederhana hanya dengan pemanfaatannya sebagai pupuk alami. Diketahui sapi dengan bobot 450 kg menghasilkan limbah berupa kotoran lebih kurang 25 kg per hari. Dan apabila tidak dilakukan penanganan secara baik maka akan menimbulkan masalah pencemaran lingkungan udara, tanah dan air serta penyebaran penyakit menular. Sehingga sangat diperlukan usaha untuk mengurangi dampak buruk dari kegiatan peternakan sapi salah satunya dengan melakukan penanganan yang baik terhadap limbah yang dihasilkan melalui biogas. Hasil biogas dari rata 3 – 5 ekor sapi tersebut setara dengan 1-2 liter minyak tanah/hari. Dengan demikian keluarga peternak yang sebelumnya menggunakan minyak tanah untuk memasak bisa menghemat penggunaan minyak tanah 1-2 liter/hari. Pemanfaatan biogas di Indonesia sebagai energi pengganti sangat memungkinkan untuk diterapkan di masyarakat, apalagi sekarang ini harga bahan bakar minyak yang makin mahal dan kadang-kadang langka keberadaannya. Besarnya limbah biomassa padat di seluruh Indonesia seperti kayu dari kegiatan industri pengolahan hutan, pertanian dan perkebunan; limbah kotoran hewan, misalnya kotoran sapi, kerbau, kuda, dan babi juga dijumpai di seluruh provinsi Indonesia dengan kualitas yang berbeda-beda. Teknologi biogas adalah suatu teknologi yang dapat digunakan dimana saja selama tersedia limbah yang akan diolah dan cukup air. Di negara maju perkembangan teknologi biogas sejalan dengan perkembangan teknologi lainnya. Untuk kondisi di Indonesia, teknologi biogas dapat dibangun dengan kepemilikan kelompok dan dipelihara secara bersama. 
Disamping itu, usaha lain yang dapat bergerak dengan kegiatan ini adalah peternakan cacing untuk pakan ikan dan unggas, industri tahu atau tempe dapat menghasilkan ampas tahu yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan sapi dan limbah cairnya sebagai bahan input produksi biogas. Industri kecil pendukung juga dapat berkembang, seperti industri bata merah, industri kompor gas, industri lampu penerangan, pemanas air dan sebagainya. Sehingga pengembangan teknologi biogas secara langsung maupun tidak langsung diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dipedesaan.


Nama: khaerunnisa
Npm : 23210879


Rabu, 23 Mei 2012

Ketika Hati Telah Memilihnya


Ketika Hati Telah Memilihnya

ini adalah kisahku, kisah cinta yang tak pernah aku tau akan berakhir indah atau bahkan akan berakhir dengan penyesalan. awalnya aku fikir dia adalah seseorang yang ditakdirkan untukku, namun setelah berjalannya waktu kisah cinta ini semakin rumit. 

Awal ku bertemu dengannya seperti aku tlah lama mengenalnya, tapi kenyataannya dia adalah seseorang pria yang baru aku kenal. Satu kali pertemuan yang singkat namun hati berkata aku tlah memilihnya, ini adalah pilihanku untuk menyayanginya dan mencintainya, aku ingin dia yang terakhir untuk ku, karna dia adalah pilihanku. Hati tlah memilihnya untuk tetap mencintainya, tetap sabar menghadapi apapun yang akan terjadi.

Pertemuan yang kedua kali, semakin dalam perasaan ini untuknya, namun aku fikir aku bukanlah gadis yang sempurna, aku bukan gadis seperti yang dia inginkan, akupun mulai berfikir semakin dalam, namun semakin ku berfikir semakin kuyakin akan hati dan perasaan ini, bahkan akupun takut untuk kehilangannya. Waktu terus berjalan, aku menjalani hari-hariku tanpa aku mengerti mungkinkah ini adalah cinta, cinta yang sesungguhnya, cinta yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Cinta yang tulus yang hanya aku berikan untuknya, aku selalu menjaga cinta ini dengan baik karena tidak sedikitpun aku ingin menyakiti hatinya. Waktu tetap berjalan dan hari pun berganti bulan, dan cinta ini pun belum terungkap kepastiannya, namun akupun masih disini untuk menunggunya, menunggu satu kalimat yang indah darinya.

Memasuki perkenalan dibulan kedua, semakin terlihat dia yang sesungguhnya, namun kumasih tetap belum sepenuhnya mengenal sifat yang sesungguhnya, semakin sulit aku untuk bertemunya, bahkan udah hampir satu bulan aku tidak pernah bertemunya lagi, dan kabarpun tidak ada sama sekali, dalam hati hanya bisa terdiam dan menangis, apakah aku harus kehilangan seseorang yang benar-benar aku inginkan, sempat aku berfikir untuk menyerah namun kenyataannya aku masih tetap bertahan karna aku percaya dan aku yakin dengan pilihanku.

bersambung. . .

by : niezha (icha)

Arti Sebuah Cintaku


Arti Sebuah Cintaku

Aku Mencintaimu adalah pilihan ku
Aku Menyayangimu adalah keinginanku
Namun mencintai tanpa dicintai itu adalah semu
Bertahan tanpa kepastian itu adalah sebuah pilihan ku
Namun aku sadar itu adalah sebuah kebodohan
Karena cinta adalah sebuah perasaan yang tulus
Cinta datang dari hati dan tanpa sebuah paksaan
Cinta adalah sebuah pengorbanan
Namun pengorbanan ku adalah suatu kesalahan
Karena aku menunggu cinta yang tak pernah melihatku
Cinta yang hanya datang lalu pergi tanpa sebuah kata-kata
Aku ingin cinta yang berkomitmen
Cinta yang penuh rasa dan tanpa sebuah paksaan
Seperti aku mencintainya
meski dia tak pernah tau arti cinta yang aku punya

by : niezha (icha)

http://gunadarma.ac.id

Banyangan Semu


Bayangan Semu

Terdiam didalam kesunyian
Sepi menyendiri
Hadir bayangmu yang semu
Membuat nafas ini seakan berhenti
Ingin ku musnahkan
Namun bayangmu masih tetap menghantui
Hanya dapat terdiam
Namun tak dapat ku berucap
Seakan tubuh ini kaku
Lemas aku menatapmu
Seakan nyata namun ini hanya bayangmu yang semu

By: niezha (icha)

http://gunadarma.ac.id

Selasa, 15 Mei 2012

Perkembangan Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi


Perkembangan Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kemajuan Teknologi Informasi yang sangat pesat pada saat ini, memiliki beberapa dampak bagi kebudayaan. Sebelum membahas dampak kemajuan teknologi informasi bagi kebudayaan, saya akan membahas tentang kemajuan teknologi informasi dan pengertian budaya itu sendiri.
Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke perangkat yang lainnya.
Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:
1.          Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2.          Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri.
3.          Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari.
4.          Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
5.          Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah seharihari.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia . Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Oleh karena itu Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi  menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan daerah, salah satunya adalah terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya, terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.
pengaruh yang bersifat positif, yaitu sebagai berikut :
Dengan adanya saranan teknologi informasi ini, masyarakat Indonesia tidak perlu lagi ketinggalan jaman dari negara-negara lain. Dapat memperoleh informasi dengan cepat, baik informasi yang baru terjadi atau sudah lama terjadi. Dan baik kejadian itu yang terjadi di Indonesia ataupun di luar Indonesia secara cepat akurat dan terpercaya. yaitu dengan memanfaatkan fasilitas internet.
Tidak perlu lagi, berhubungan dengan orang lain secara bertatapan muka. walaupun jarak yang berbeda. yaitu dengan memanfaatkan fasilitas email, kita dapat dengan mudahnya mengirim berupa pesan, photo atau video dll. dengan mudahnya dan kerahasian akan informasi tersebut akan terjamin. Kemudian dengan memanfaatkan fasilitas video call/teleconfrence jarak jauh kita juga dapat berkomunikasi dengan berbicara bahkan kita juga dapat melihat muka mereka.
Sebenarnya banyak sekali pengaruh atau manfaat dari perkembangan teknologi informasi tersebut. cuma secara garis besar maanfaat atau pengaruh teknologi informasi yang bersifat positif seperti itu. dan sekarang adalah pengaruh dari teknologi informasi yang bersifat negative.
Dengan adanya fasilitas internet, dengan mudahnya semua orang melalukan atau mencari informasi secara bebas. dan banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini untuk hal-hal yang tidak baik seperti mencari situs-situs tidak layak di lihat (porno).
Sekarang-sekarang ini, hal yang paling utama adalah masalah cybercrime atau kejahatan di dunia maya. banyak orang yang sudah tertipu akan ulah-ulah pihak yang tidak berwenang. Munculnya hacker, yang mengakibatkan banyak server-server di bobol dan banyak orang juga yang mengalami kerugian karena ulah hacker-hacker tersebut.
Maka kita sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa tidak ada salahnya untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa kita yang sekarang semakin terkikis oleh budaya bangsa lain akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Referensi :





Minggu, 13 Mei 2012

My Imaginary

I want to see it again but could not
I can just enjoy my voice silent breeze
And close my eyes and imagine your face
when I felt his presence beside me
as if everything is real
I can only feel its presence
but can not touch me
want me to hug her
and say I miss you
but I realized I was just a mirage


By : niezha