Rabu, 09 Januari 2013

Tugas 4a

1. Jelaskan pernyataan berikut:“Masalah penelitian dapat bersumber dari penulisan sendiri, orang lain dan buku referensi”.
  • Masalah penelitian bersumber dari penulisan sendiri: topic penelitian berasal dari gagasan penulis itu sendiri, bias berupa pengalaman pribadi atau masalah-masalah yang sering dialami oleh penulis sehingga ingin mengungkapkanya lebih lanjut.
  •  Masalah penelitian bersumber dari oralng lain: topic penelitian ini bias berasal dari pengalaman orang lain yang akan dibahas oleh penulis maupun gagasan dari orang lain untuk membuat topic ini menjadi suatu penelitian.
  • Masalah penelitian dapat bersumber dari buku refrensi: merupakan pengambilan topic dari buku-buku refrensi yang sudah ada akan di teliti lebih dalam dan rinci lagi oleh penulis ataupun mengganti materi dengan topic yang sama.
 2. Buatlah 2 topik permasalahan yang menarik anda dan anda rencanakan untuk topic PI/skripsi

  • Analisis selisih biaya overhead pabrik pada PT.Kanaya
  • Analisisperubahan harga saham dan tingkat likuiditas saham sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan manufaktur.

Kamis, 03 Januari 2013

Contoh Paragraf Generalisasi, Analogi dan Kausalitas




Generalisasi 

Ø      Buah tomat merupakan buah yang sarat khasiat. Buah tomat dapat mencegah penyakit kekurangan vitamin. Di samping itu juga mencegah kanker prostat, kanker usus besar, dan kanker paru-paru. Hasil penelitian menunjukkan tomat dapat mengobati gangguan pencernaan, diare, kolera, dan serangan empedu.

Ø      Saya melihat orang-orang asyik membaca koran di halte bus. Kegiatan serupa juga saya jumpai di peron stasiun kereta api. Saat saya jalan-jalan di taman hal yang sama juga saya lihat orang duduk bersantai sambil membaca koran. Bahkan, ketika saya keluar ruang dan sampai di trotoar, saya melihat berderet anak sekolah, kawula muda, dan orang dewasa semua sedang membaca. Jadi, banyak orang yang memanfaatkan waktu untuk membaca. 

Analogi 

Ø      Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.

Ø      Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih. Bayi akan dibentuk pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas dapat diisi dengan berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya. Bila bayi dididik dengan baik maka akan seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya. Jadi, membentuk kepribadian baik seorang anak ibarat menulis kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat. 

Kausalitas 

Ø      Bencana banjir lumpur akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Tanggerang Selatan menimbulkan berbagai macam penyakit. Beberapa penyakit yang akan timbul sesudah  bencana adalah diare, tifus, leptospirosis, dan demam berdarah. Masalah kesehatan pada korban dan masyarakat di sekitar lokasi bencana harus diantisipasi. Beberapa penyakit itu muncul karena lingkungan kotor dan sumber air bersih tercemar lumpur.

Ø      Sepuluh tahun yang lalu hutan bakau dibabat habis-habisan. Lahan bekas hutan bakau itu disulap menjadi tambak-tambak udang windu. Memang, pada waktu itu pengusaha udang windu memperolah keuntungan besar karena harganya sangat mahal diluar negeri. Akan tetapi,setelah barang dagangan itu tidak laku dipasaran internasional, para pengusaha kembali ke kota, meninggalkan kerusakan lingkungan. Laut tercemar karena hutan bakau yang menyaring limbah yang masuk ke laut tidak ada lagi. Sekarang, puluhan ribu nelayan sulit menghidupi keluarganya karena tak ada ikan yang dapat ditangkap di tepi pantai.

Sumber : www.google.com

Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

1.   Kalimat tidak efektif      : Anak-anak melempari batu ke dalam sungai
Kalimat efektif                : Anak-anak melemparkan batu ke dalam sungai

2.  Kalimat tidak efektif      : Guru menugaskan siswanya membuat karangan
Kalimat efektif                : Guru menugasi siswanya membuat karangan

3.  Kalimat tidak efektif      : Di antara ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat
Kalimat efektif                : Ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat Di antara ketiga anaknya terdapat perbedaan sifat

4.  Kalimat tidak efektif      : Kalau lulus ujian, maka saya akan mengadakan syukuran
Kalimat efektif                : Kalau lulus ujian, saya akan mengadakan syukuran

5.  Kalimat tidak efektif      : Tugas para pekerja itu adalah mengecat rumah, perbaikan saluran air dan pemasangan pagar
Kalimat efektif                : Tugas para pekerja itu adalh pengecatan rumah, perbaikan saluran air dan pemasangan pagar

6.  Kalimat tidak efektif      : Kegiatan hari ini adalah mengedit karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah
Kalimat efektif                : Kegiatan hari ini adalah pengeditan karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah

7.  Kalimat tidak efektif      : Di yayasan itu dipelajarkan berbagai keterampilan wanita
Kalimat efektif                : Di yayasan itu diajarkan berbagai keterampilan wanita Di yayasan itu dipelajari berbagai keterampilan wanita

8.  Kalimat tidak efektif      : Kita harus mengeyampingkan urusan pribadi kita
Kalimat efektif                : Kita harus mengesampingkan urusan pribadi kita

9.  Kalimat tidak efektif      : Buku itu sudah dibaca oleh saya
Kalimat efektif                : Buku itu sudah saya baca

10.  Kalimat tidak efektif     : Pada zaman dahulu kala, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh
Kalimat efektif                : Pada zaman dahulu, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh Dahulu kala, Kerajaan Majapahit sangat berpengaruh

11.  Kalimat tidak efektif      : Kesehatannya telah pulih kembali
Kalimat efektif                 :Kesehatannya telah pulih

12.  Kalimat tidak efektif     : Sebelum ke kamar mandi, Kaila meminta ijin pada gurunya
Kalimat efektif                : Sebelum ke kamar mandi, Kaila meminta izin pada gurunya

13.  Kalimat tidak efektif     : Jaringan narkoba itu telah terorganisir dengan baik
Kalimat efektif                 : Jaringan narkoba itu telah terorganisasi dengan baik

14.  Kalimat tidak efektif     : Peserta ujian yang membawa HP harap dimatikan
Kalimat efektif                : Peserta ujian yang membawa HP harap mematikan HP-nya

15.  Kalimat tidak efektif     : Waktu dan tempat kami persilakan
Kalimat efektif               :Bapak Hasan kami persilakan

Sumber : www.google.com
              www.gunadarma.ac.id

nama : khaerunnisa
npm : 23210879

Selasa, 25 Desember 2012

penjelasan tentang inflasi


Inflasi
adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Penyebab
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu:
1.     tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar)
Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.

2.    desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi).
Inflasi desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.

Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal, yaitu :
kenaikan harga, misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji, misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.
Penggolongan inflasi
berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
  1. Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
  2. Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
  3. Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
  4. Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)
Sumber:

nama: khaerunnisa
npm: 23210879
kelas:3eb04

Pasar Keuangan


·         Ada banyak jenis pasar keuangan
·         Setiap jenis pasar keuangan melayani daerah yang berbeda atau berhubungan dengan jenis sekuritas yang berbeda.
jenis-jenisnya yaitu:
·         pasar aktiva fisik, juga disebut pasar aktiva berwujud atau pasar aktiva riil, adalah pasar untuk produk-produk seperti gandum, mobil, dan real estat
·         pasar aktiva keuangan berhubungan dengan saham, obligasi, wesel, hipotik, dan klaim lainnya atas aktiva riil
·         spot market dan futurs market mengacu pada aktiva yang dijual/dibeli, yang akan dikirimkan saat ini (“on-teh-spot”) atau pada tanggal tertentu di masa depan
·         Pasar uang adalah pasar untuk sekuritas utang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun
·         Pasar modal adalah pasar untuk utang jangka panjang dan saham perusahaan
·         Pasar primer adalah pasar dimana perusahaan memperoleh modal baru
·         Pasar sekunder adalah pasar dimana para sekuritas yang telah beredar di perdagangkan di antara para investor
Transfer Modal
Transfer modal antara peminjam dan penabung terjadi dengan:
-          Transfer langsung uang dan sekuritas
-          Transfer melalui lembaga bank investasi yang bertindak sebagai perantara
-          Transfer melalui perantara keuangan ( financial intermediary) yang menciptakan sekuritas baru
Perantara Keuangan
Jenis-jenisnya
-          Bank komersial
-          Asosiaasi tabungan dan pinjaman
-          Mutual saving bank
-          Credit union
-          Dana pensiun
-          Perusahaan asuransi jiwa
-          Reksadana
sumber:

manajemen keuangan BrigHam Houston E8, Jilid 1. penerbit: erlangga 

nama: khaerunnisa
bpn: 23210879
kelas : 3eb04